Geliga; Guliga

Batu geliga ular.

GELIGA adalah benda budaya yang diyakini memiliki kekuatan mistis untuk mengobati berbagai penyakit terutama yang berkaitan dengan bisa hewan, sakit perut, dan patah tulang. Geliga berbentuk bulat yang memiliki tingkat kekerasan seperti batu sehingga sering disebut sebagai batu geliga.

Kata asing lain untuk geliga, yaitu bezoar, berasal dari bahasa Persia yang  menggambarkan pembatuan di dalam perut kambing-kambing gunung yang memiliki khasiat untuk menangkal racun. Di Eropa abad ke-17, geliga dari alam Melayu dianggap sangat ampuh. Kikisan batu ini dimakan begitu saja atau dicampur dengan segelas anggur, yang dipercaya dapat “membersihkan perut, membangkitkan selera makan, dan memaniskan darah. Kepercayaan terhadap kemujarabannya ini lebih kuat lagi dalam masyarakat Asia Tenggara, dimana batu geliga dijadikan sebagai jimat-jimat dan menjadi barang penting dalam harta pusaka keluarga dan regalia raja-raja. 

Bacaan Lainnya

Geliga memiliki ukuran dari yang sebesar kacang sampai yang sekepalan tangan. Batu ini terbentuk di dalam perut seekor binatang karena adanya sedimentasi pada suatu benda yang masuk ke dalam perut, biasanya serpihan kayu, kemudian ellagitannin secara kimiawi melekatinya. Ellagitannin ditemukan pada daun-daun tumbuhan tropis yang menunjukkan bahwa pilihan makanan binatang merupakan faktor penting dalam pembentukan geliga

Geliga ditemukan di dalam kepala hewan seperti ular, buaya dan ikan, atau di dalam perut hewan berkaki empat seperti landak, babi, rusa, tapir, gajah atau kucing. Pada awal era modern geliga dikenal sebagai Pedro de Porco Siacca, yang menunjukkan bahwa geliga mulai masuk dalam perdagangan dunia dari Siak.  Batu ini dipercaya memiliki kekuatan mistis dan bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Nilai batu yang “sering ditemukan di sekitar Bengkalis” ini, dikatakan “sepuluh kali lipat emas”. Geliga adalah salah satu komoditas perdagangan yang dihasilkan oleh orang asli. Karena hanya kelompok ini yang dianggap memiliki keahlian khusus yang berhubungan dengan hasil rimba.

Di Siak pada masa lalu, geliga yang paling diminati berasal dari ular, gajah, landak, dan babi, meskipun yang dianggap paling ampuh adalah yang berasal dari rusa liar. Kekuatan supranatural tiap-tiap geliga tergantung pada hewan asalnya. Misalnya, geliga dari ular atau landak dipercaya dapat menawarkan racun, sedangkan yang berasal dari gajah dapat memberikan kemampuan kepada pemiliknya untuk memikat perempuan. Peran geliga dalam penciptaan kekuasaan simbolik sangat jelas terlihat dari seringnya benda ini dikirimkan ke Malaka sebagai hadiah dari raja Siak selama abad ke-18.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *